wuah, sudah 10 hari bulan Ramadhan mewarnai hidup kita. well, kalau buat saya pribadi, nuansa Ramadhannya gak terlalu kerasa. kenapa ya? mungkin karena kesibukan kampus yang mulai menyita waktu dan perhatian. jadi hari-hari puasa saya habis karena kegiatan sehari-hari. tapi itu semua gak ngurangin antusiasme saya tentang Ramadhan kali ini, karena Ramadhan kali ini punya arti lain buat saya.

mmm, yang saya bakal share ini udah saya rasain sebelum Ramadhan ini datang. gak tahu ya, tapi yang saya rasain adalah saya lebih ingat Allah pada saat saya dirundung masalah.

waktu itu, saya merasa sedih, takut, kalut, dan hilang arah. meskipun keluarga dan teman saya selalu mendukung dan mendampingi saya, tetap saja perasaan tadi itu tidak hilang. dan akhirnya, dengan bahasa batin saya, saya mencurahkan seluruh isi hati saya kepada Allah. sungguh luar biasa! saya merasa lebih tenang sesudahnya. tidur saya jadi lebih enak. dan perasaan tadi jadi berkurang.

masalah saya pun bisa terselesaikan dengan baik. saya menjadi senang dan tenang. tetapi,seiring dengan itu, ingatnya saya pada Allah pun tidak sekental seperti saat saya masih dirundung masalah tersebut.

saat saya merasa lapang, saya tetap berusaha melaksanakan dan menyempurnakan kewajiban saya sebagai hambaNya. hal ini saya lakukan untuk menjada konsistensi saya kepada Rabb saya dan juga sebagai wujud rasa syukur saya atas perlindungan yang telah Ia berikan selama saya hidup. tetapi, kadang saya lakukan itu semua seperti sebagai rutinitas semata. tanpa arti. ingatan saya padaNya tidak sama seperti saat saya dirundung masalah.

dan sekarang, saya menyadari itu semua. saya mendekatkan diri saya di saat sempit untuk meminta pertolonganNya, namun saya tidak berusaha lagi mendekatkan diri saya di saat lapang untuk mensyukuri anugerahNya.

saat ini, saya kembali dirundung masalah. berbeda dengan sebelumnya, saya merasa lebih kuat karena saya sadar Allah selalu menaungi saya dan hamba-hambaNya. ini bukanlah sebuah akhir, malah ini sebuah perjuangan baru bagi saya.

bukan berarti perjuangan saya mulus tanpa hambatan. masalahnya ya itu tadi, saya masih merasa lupa Allah di saat lapang saya. dan kadang saya lakukan tanpa sadar. tahu-tahu udah kejadian aja.

hhhm, apa ini sifat manusia? ingat kepada TuhanNya hanya saat dia sedang merasa sempit?

hal ini menarik buat saya. kadang saya merasa kecil dan buruk sekali di hadapanNya. nikmat apa yang bisa saya ingkari? dan mungkin, saya pernah tidak mensyukuri nikmatnya.

punya pendapat?

Leave a Reply