teman…
September 15, 2009
uuhm, kayaknya kita semua punya temen. gak mungkin gak. yang ada, kita autis di dunia ini. gak ada yang bisa kita mintain pendapat di saat keluarga tidak menjadi pilihan, gak ada yang bisa kita minta tertawa bareng. dan lain-lain.
gak tahu ya, semenjak kejadian yang terjadi akhir-akhir ini di hidup aku, aku merasa kalau jadi teman itu gak mudah. teman di sini bukan berarti temen yang hanya tahu nama doang. aku rasa yang namanya teman itu, lebih dari itu.
aku pernah dalam posisi membutuhkan teman. aku sedih, aku langsung nelpon temen yang selalu mau ngedengerin cerita aku, baik yang penting maupun yang gak penting, dari yang nyenengin sampe yang sedih. dia gak pernah nyerah, walaupun mungkin omongan dia gak cukup membuat aku tenang di saat aku lagi sedih-sedihnya. teman selalu ada di sisi…
aku juga pernah dalam posisi bertentangan dengan teman. maksudnya, teman gak setuju dengan apa yang aku lakukan dan aku jalanin saat itu. tapi tetap dia selalu ada bersamaku. dia gak menghakimi aku di saat aku kena batunya. temanku selalu di sisi…
hhm, susah jadi teman.
teman adalah sosok yang selalu di sisi, setia menemani kita di keadaan apapun, mendukung apapun yang kita lakukan, mengingatkan kalau ada salah, tidak pernah menghakimi, dan menerima kita apa adanya.
aku bersyukur, diberi kesempatan untuk mengenal beberapa teman, yang -sampai saat ini- sudah terbukti setia menemani. meskipun berbeda kegiatan, kesibukan masing-masing yang tidak memungkinkan kami untuk bersama, tetapi tetap, hati kami selalu ingat dengan apa yang telah kami lewati bersama.
aku ingin tahu, apakah pertemanan ini akan abadi sampai kami mati?