24
Dec
09

waktu sebagai obat

baru kali ini saya merasa sakit hati karena perbuatan seseorang. amarah begitu merajai saya. dan entah bagaimana ceritanya, saya sampai mati rasa.

apakah salah saya menyimpan maaf saya sampai tak tahu kapan? mengingat beratnya saya untuk memberi maaf.

di tengah kebingungan, saya hanya bisa berharap waktu akan mengatakan segalanya, dan waktu akan menyembuhkan saya.

hanya itu yang bisa saya lakukan.

Advertisement

0 Responses to “waktu sebagai obat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


rhonita dea andarini

already 21 years old! want to be a civil engineer. still learning some SNAPs in my life. thinking about move on without regret. enjoying writing very much!

 

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

how many visits?

  • 9,022 visits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.