baru kali ini saya merasa sakit hati karena perbuatan seseorang. amarah begitu merajai saya. dan entah bagaimana ceritanya, saya sampai mati rasa.
apakah salah saya menyimpan maaf saya sampai tak tahu kapan? mengingat beratnya saya untuk memberi maaf.
di tengah kebingungan, saya hanya bisa berharap waktu akan mengatakan segalanya, dan waktu akan menyembuhkan saya.
hanya itu yang bisa saya lakukan.
Advertisement
0 Responses to “waktu sebagai obat”